Poin-poin JUAL

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Transaksi JUAL-BELI

  • Pajak Penjual (PPh) dibayar oleh pemilik ruko
  • Pajak Pembeli (BPHTB) dibayar oleh pembeli ruko
  • PPN dibayar oleh pemilik / pembeli ruko (jika ada)
  • Apakah ruko tersebut dijaminkan di bank / dibebani hak tanggungan atau tidak
  • Biaya Notaris dibayar oleh pembeli ruko
  • Biaya KPR dibayar oleh pembeli ruko
  • Biaya renovasi ruko ditanggung oleh pemilik / pembeli ruko
  • Jika listrik, telepon dan PAM ruko tidak berfungsi, biaya penyambungan kembali menjadi tanggungan pemilik / pembeli ruko
  • Pajak-pajak dan biaya-biaya lainnya
  • Jika beli ruko dalam kondisi masih gambar atau sedang dibangun, dan pihak pembeli menghendaki adanya perubahan atau penambahan pada bangunan ruko, maka harus dibicarakan di depan tentang biaya-biaya tambahan yang muncul sebagai akibat dari perubahan atau penambahan bangunan ruko tersebut
  • Proses transaksi jual-beli di notaris tidak bisa dilakukan secara mendadak, karena membutuhkan waktu untuk persiapan dan pengecekan dokumen, penyetoran serta verifikasi pajak penjual dan pajak pembeli, dll
  • Proses pengajuan KPR membutuhkan waktu, sangat disarankan untuk mengajukan permohonan KPR ke beberapa bank sekaligus untuk mempersingkat waktu

Sedangkan hal-hal yang perlu disepakati mengenai pembayaran/pelunasan jual-beli ruko jika ada keseriusan dari pihak pembeli, adalah sebagai berikut :

  • Besarnya uang tanda jadi/uang muka/down payment
  • Kapan waktu pembayaran/pelunasan pembelian ruko setelah tanda jadi/uang muka/down payment dibayarkan
  • Kapan waktu tanda tangan akta jual beli di notaris
  • Konsekuensi pada uang tanda jadi/uang muka/down payment jika salah satu pihak membatalkan transaksi jual-beli